![]() |
| Foto: Ist |
Gempa biasanya mendapatkan tempat dalam sebuah headline pemberitaan. Peristiwa ini mendapatkan tempat utama karena peristiwa ini sangat menarik dan menyita perhatian masyarakat luas. Sehingga magnitudenya (sebaran pengaruh) cukup luas. Tak hanya media massa yang berlokasi di dekat pusat peristiwa, pun media massa di luar area, media nasional atau internasional, pun turut membahasnya.
Seperti peristiwa gempa yang terjadi di Provinsi Banten, Jumat malam 2 Agustus 2019 pukul 19.03 WIB lalu. Gempa bermagnitudo 6,9 skala Richter ini, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,32 derajat Lintang Selatan dan 104,75 derajat Bujur Timur. Tepatnya berada di laut dengan kedalaman 4,8 km pada jarak 164 km barat daya Kota Pandeglang, Banten.
Informasi mengenai peristiwa ini muncul pada berbagai media massa dalam jaringan (daring) dengan frekuensi terbitan (posted) cukup rapat dari menit ke menit sejak peristiwa terjadi. Prinsip kecepatan dan straight news berlaku dalam penerbitan update informasi ini dan menjadi tak terbantahkan.
Simak saja beberapa media daring dan konvergennya menyajikan breaking news, seperti Kompas TV, Berita Satu, Metro TV, TV One, Liputan6, CNN Indonesia, atau iNews, dengan durasi waktu (bisa dilihat dari jejak digital pada Youtube, beberapa di antaranya nyaris melebihi 3 jam). Waktu di antara peristiwa ke waktu penerbitan berita berlangsung dalam hitungan menit. Pergerakan angle dan narasumber berita dinamis, bertambah, dan meluas.
Tak hanya media, sejumlah lembaga resmi pun mengeluarkan rilis dan keterangan untuk masyarakat. Informasi mengenai peristiwa ini akan bertahan hingga beberapa hari hingga kondisi cenderung stabil dan atau ada tema informasi lainnya yang menarik untuk media massa.
Beberapa link berita, secara berkala mengikuti pergerakan waktu dari pasca kejadian hingga kondisi mulai stabil, akan disajikan di bawah ini berikut waktu terbit, sumber dan narasumber, media massa (platform online), angle, dan para penulisnya. Kompilasi ini berdasarkan penelusuran terhadap berita atau informasi resmi yang dikeluarkan oleh media massa dan lembaga pemerintah melalui mesin pencari Google dan sejenisnya serta share link informasi atau berita pada media sosial (Facebook atau Twitter).
Baca: selanjutnya di sini Media Massa Daring yang Terbitkan Berita Tentang Gempa Banten


